SUSUNAN REDAKSI

Suwardi, S.P.: Pelindung

Drs. H. Ma’shum Ade: Penanggung Jawab

Drs. Koesno: Liputan Editorial

Suhadianto, M.Psi: Profil Suroboyoan

H. Sugijono, S.Pd: Three in One Sastra Budaya

Dra. Mutiah: Islam Kontemporer Opini

Dra. Hj. Tutut Werdiningsih: Gaya dan Pesona IPTEK

Yunita Nurul Amini, S.Psi: Psikologi Problem Motivasi Belajar

Sri Indah Winarti: Dari Aku Untuk Kamu English Corner

M. Zaenal A: Desain / Layout Sirkulasi

Eva Nur Fadillah, SE: Bendahara

MAJALAH INAYAH EDISI 8 2010

Tampilkan postingan dengan label ISLAM KONTEMPORER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM KONTEMPORER. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Maret 2010

Urgensi Life Skills Menurut Islam

0 komentar


Di era globalisasi sekarang ini, dengan kemajuan teknologi yang pesat, menjadikan perkembangan di berbagai bidang sehingga segala sesuatu mudah diakses, mudah diketahui bahkan mudah didapat. Tak terkecuali bidang pendidikan. Pendidikan mendapatkan tantangan yang amat berat terutama di bidang akhlak. Sehingga terjadi demoralisasi yang luar biasa yang merupakan penyakit sosial dan dapat mengancam generasi muda, khususnya pelajar.
Menurut data dari National Drug Abuse Prevention Center (NDPC) pada Tahun 2000 terdapat sekitar 70% dari empat juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, antara 14 – 20 tahun. Selain itu seks bebas sudah menjadi fenomena penyakit sosial yang melanda remaja. Hasil survey yang dilakukan oleh Chandi Salmon Conrad di rumah Gaul binaan Yayasan Pelita Ilmu ditemukan 42% remaja pernah berhubungan seks dan 52% diantaranya masih aktif menjalaninya, survey ini melibatkan 117 remaja berusia 13 – 20 tahun. Bentuk demoralisasi lain yang ditampilkan pelajar antara lain seperti perkelahian atau tawuran pelajar dengan menggunakan senjata tajam, bahkan ada yang sampai memakan korban dari peristiwa tersebut.
Selain itu, dunia pendidikan juga mendapatkan tantangan ke depan berupa persaingan Sumber Daya Manusia. Dalam konteks persaingan sumber daya manusia ini, bangsa Indonesia tampaknya harus bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan.
Dalam dunia pendidikan formal juga sering dijumpai kenyataan bahwa peserta didik meskipun mendapatkan nilai yang tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun mereka tampak kurang mampu menerapkan perolehannya, baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dalam situasi yang lain.
Untuk itu peserta didik harus memiliki daya saing dalam kualitas sumber daya manusia, dan semua itu bisa tercapai, salah satunya dengan integrasi ketrampilan hidup yang sangat diperlukan (basic life skills) dalam pendidikan agama sesuai dengan ajaran Islam.

1. Urgensi Basic Life Skills sebagai upaya Pengembangan Diri : Perspektif Islam
Salah satu komisi UNESCO mencanangkan serangkaian konsep dalam mempersiapkan pendidikan manusia abad ke 21, dimana perlunya peserta didik dilatih untuk bisa berpikir (learning to think), bisa berbuat atau melakukan sesuatu (learning to do), dan bisa menghayati hidupnya menjadi seorang pribadi sebagaimana ia ingin menjadi (learning to be). Tidak kalah penting dari itu semua adalah belajar bagaimana belajar (learning how to learn) baik secara mandiri maupun dalam kerja sama dengan orang lain (learning to live together).

Jauh sebelum UNESCO mencanangkan hal tersebut, Islam sebagai agama yang tidak dapat diragukan kesempurnaannya, telah memiliki konsep bagaimana kesuksesan dalam dua kehidupan manusia yakni di dunia maupun di akhirat, yakni sebagaimana firman Allah; “Wahai orang beriman, bertaqwalah kepada Alah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang telah kamu kerjakan”. Hal ini diikuti dengan petunjuk operasional dari Allah SWT “Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan...”. sehingga tugas dari setiap manusia yang telah bersyahadat adalah bagaimana memasukkan Islam yang ideal dalam wadah kepribadian kita, dalam hal ini dibutuhkan ketrampilan hidup (basic life skills) agar dapat menjadi muslim (orang Islam) dalam batasan wadah kepribadian manusia yang unik.

Definisi basic life skills adalah ketrampilan hidup yang mendasar, sangat diperlukan dalam mengelola hidup dan merencanakan masa depan disertai langkah sistematis untuk mencapainya. Sedangkan definisi pengembangan diri adalah usaha terencana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang mencerminkan kedewasaan pribadi guna meraih kondisi yang lebih baik lagi dalam mewujudkan citra diri yang diidam-idamkan. Sehingga dari dua definisi di atas dapat dilihat bahwa terdapat irisan antara bacis life skills dengan pengembangan diri, dimana basic life skills digunakan sebagai upaya dalam pengembangan diri.

Sarana pertama yang dilakukan untuk pengembangan diri yang penting agar menjadi pribadi yang ideal memerlukan beberapa tahapan dalam proses belajarnya antara lain: Memiliki konsep diri yang jelas yakni memahami diri sebagai wadah kepribadian. Konsep diri merupakan gambaran dan penilaian tentang diri seseorang yang bersifat unik. Allah SWT berfirman : “Bertaqwalah kepada Allah menurut ukuran kemampuanmu”. Ini berarti bahwa Allah mengetahui keterbatasan manusia, dan dalam ukuran kemampuannya itulah manusia dituntut berIslam. Nabi kita tercinta bersabda “Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya”. Ini bisa dilakukan dengan mengetahui konsep diri atau gambaran tentang diri seseorang yang bersifat unik dengan perenungan meliputi apa tujuan penciptaan manusia? Apa tugas kemanusiaan yang harus dilakukan? Apa makna hidup ini sesungguhnya? Dan sebagainya.

Ibnu Qoyyim berpendapat bagaimana supaya manusia dapat mengenal dirinya yaitu dengan memiliki dua pengetahuan terpenting antara lain mengenal Allah dan mengenal manusia, mengetahui Allah berarti mengetahui tujuan hidup, sedangkan mengetahui dirinya sendiri berarti mengantar bagamana sampai pada tujuan. Selanjutnya menuntut pemahaman bagaimana model manusia ideal standar Islam agar pengembangan diri lebih terarah.

2. Model Pribadi Muslim Ideal
Model manusia muslim adalah model manusia yang memiliki tingkat afiliasi yang tinggi terhadap Islam, berpartisipasi untuk menebarkan nilai Islam selanjutnya berkontribusi menegakkan Islam, dimana manusia memahami dengan baik mengapa memilih Islam sebagai agam yang akan melahirkan : kimitmen aqidah/ideology yaitu memahami satuan-satuan ajaran Islam sebagai system dan tatanana hidup, komitmen syariah/metodologi yaitu paham bagaimana menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, serta komitmen akhlaq yaitu pribadi adalah sebagai penjelmaan dari apa yang dipahami. Ketiga komitmen ini membentuk manusia menjadi sholih secara pribadi. Pribadi yang sholih akan menjadi sempurna manakala dapat mendistribusikan kesholihannya sehingga menjadi mushlih dengan berpartisipasi aktif dalam kehidupan dengan bekal pengetahuan sosial humaniora dan penguasaan medan lingkungan sosial budaya tempat manusia hidup, selanjutnya berkontribusi produktif dalam sejarah kehidupan manusia.


3. Ketrampilan praktis menuju Pribadi Muslim Ideal
Ketrampilan hidup yang mendasar sebagai upaya pengembangan diri dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia sebagai “the self determining being” memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang paling baik untuk dirinya dalam rangka mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Prinsip ini tampak sesuai dengan prinsip “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Pengadaptasian antara konsep diri dan model manudia muslim dilakukan dengan pelatihan dan pembiasaan praktis yang sistematis untuk mengelola hidup dan merencanakan masa depan agar hidup lebih bermakna dan bermanfaat. Meliputi latihan untuk penetapan tujuan, mengurai rencana sampai detail, dan menyusun proses pencapaian, disamping penyusunan peta hidup dengan dibarengi manajemen waktu yang cermat. Hal ini akan lebih efektif dengan mengetahui pengalaman orang-orang besar lewat biografinya.


4. Beberapa manfaat memiliki basic life skills atau pengembangan diri dengan pengembangan diri
1) Memiliki standar evaluasi hidup
2) Memiliki focus dan keterarahan
3) Dapat menerapkan prinsip efisiensi, efektifitas dan optimalisasi







5. Integrasi Basic Life Skill dan Pendidikan Agama Islam
Beberapa konsep basic life skills yang telah dijelaskan diatas, seyogyanya terintegrasi dalam pendidikan agama Islam meliputi aqidah, syari’ah, akhlak dan sejarah Islam, sehingga dalam pembelajaran agama Islam di dalamnya terdapat latihan praktis untuk penetapan tujuan, mengurai rencana sampai detail, dan menyusun proses pencapaian, disamping penyusunan peta hidup dengan dibarengi manajemen waktu yang cermat dan mengambil hikmah dari sejarah tokoh-tokoh sukses. Hal ini sebagai upaya mengadaptasikan model pribadi muslim ideal ke dalam wadah kepribadian individu.

Dalam hal ini pendidikan agama Islam tidak terlepas dari pembimbingan atau asistensi pada peserta didik agar memiliki nilai-nilai yang akan menentukan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang antara lain :
a. Kesadaran, dengan memiliki visi dan misi dalam hidup atau konsep diri yang jelas;
b. Keterarahan, dengan memiliki life planning;
c. Keteraturan, dengan memiliki program dan skedul;
d. Kemauan, memiliki dorongan berprestasi yang tinggi;
e. Kompetensi, dengan memiliki kemampuan dasar yang menjadi unggulan;
f. Inovasi, dengan memiliki kemampuan melakukan pengembangan berkesinambungan;
g. Keseimbangan, dengan memiliki keseimbangan dalam sisi hubungan kemanusiaan dan nuansa spiritual.

Beberapa nilai di atas akan memberikan panduan bagi siswa agar mereka selanjutnya menerjemahkan menjadi kebiasaan-kebiasaan hidup sebagai bekal menghadapi segala tantangan zaman yang dilaluinya dengan sukses baik dimensi dunia dan akhirat.


Resume from Umi Rosyidah

Read More......

AL-ZAHRAWI

0 komentar


Dalam dunia kedokteran, nama Albucasis alias Al Zahrawi tidak pernah luntur. Apalagi bila merunut pada penemuan penyakit hemofilia. Penyakit ini sebenarnya telah ada sejak lama sekali, dan belum memiliki nama. Talmud, yaitu sekumpulan tulisan para rabi Yahudi, 2 abad setelah Masehi menyatakan bahwa seorang bayi laki-laki tidak harus dikhitan jika dua kakak laki-lakinya mengalami kematian akibat dikhitan.
Titik terang ditemukan setelah Al Zahrawi pada abad ke-12 menulis dalam bukunya mengenai sebuah keluarga yang setiap anak laki-lakinya meninggal setelah terjadi perdarahan akibat luka kecil. Ia menduga hal tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Kata hemofilia pertama kali muncul pada sebuah tulisan yang ditulis oleh Hopff di Universitas Zurich, tahun 1828. Dan menurut ensiklopedia Britanica, istilah hemofilia (haemophilia) pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter berkebangsaan Jerman, Johann Lukas Schonlein (1793 - 1864), pada tahun 1928. Lukas menelusur aneka catatan kedokteran, termasuk tulisan Al Zahrawi atau Albucasis itu.
Albucasis lahir sebagai Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas Al-Zahrawi di Al Zahra'a, 6 mil utara Cordoba di Andalusia (sekarang Spanyol), tahun 936. Dia mengawali karirnya sebagai dokter bedah dan pengajar di beberapa sekolah kedokteran. Namanya mulai menjadi perbincangan di dunia kedokteran setelah dia meluncurkan buku yang kemudian menjadi buku paling populer di dunia kedokteran, At-Tasrif liman 'Ajiza 'an at-Ta'lif (Metode Pengobatan).
Dalam buku itu, ia banyak menguraikan tentang hal-hal baru dalam operasi medis. Apa yang ditulisnya merupakan cetak biru dari apa yang dilakukannya selama 50 tahun melang melintang dalam dunia pengobatan. Bahkan, bukunya dianggap sebagai ikhtisar ensiklopedi kedokteran. Al Zahrawi juga menciptakan sejumlah alat bantu operasi. Ada tiga kelompok alat yang diciptakannya, yaitu instrumen untuk mengoperasi bagian dalam telinga, instrumen untuk inspeksi internal saluran kencing, dan instrumen untuk membuang sel asing dalam kerongkongan.
Di atas semua itu, ia terkenal sebagai pakar operasi yang piawai mengaplikasikan aneka teknik paling tidak untuk 50 jenis operasi yang berbeda. Dia jugalah yang pertama menguraikan secara detil operasi klasik terhadap kanker payudara, lithotrities untuk 'menggempur' batu ginjal, dan teknik membuang kista di kelenjar tiroid. Dia juga termasuk salah satu penggagas operasi plastik, atau setidaknya, dialah yang memancangkan prosedur bedah plastik pertama kali.
Dalam bukunya, Al-Tasrif, Al-Zahrawi mendiskusikan tentang penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan pasca operasi, yang dalam dunia pengobatan modern dikenal sebagai ophthalmologi atau sejenisnya. Dalam penyiapan obat-obatan itu, ia mengenalkan tehnik sublimasi. Al Zahrawi juga ahli dalam bidang kedoteran gigi. Bukunya memuat beberapa piranti penting dalam perawatan gigi. Misalnya thereof, alat yang sangat vital dalam operasi gigi.
Di buku yang sama, ia juga mendiskusikan beberapa kelainan pada gigi dan problem deformasi gigi serta bagaimana cara untuk mengoreksinya. Ia juga memciptakan sebuah teknik untuk menyiapkan gigi artifisial dan cara memasangnya. Al-Tasrif dialihbahasakan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan oleh Gherard of Cremona. Sejumlah editor lain di Eropa mengikutinya, dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka. Buku dengan sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini kemudian masuk ke kampus-kampus dan menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran.
Al Zahrawi disebut oleh Pietro Argallata (meninggal tahun 1423) sebagai "Pimpinan segala operasi bedah tanpa keraguan". Jacques Delechamps (1513-1588), ahli bedah Prancis lainnya, menyebut Al Zahrawi sebagai pemikir jempolan abad pertengahan hingga Renaissance. Ia merujuk komentarnya pada kitab At Tasrif karya Al Zahrawi yang banyak dirujuk dokter-dokter pada masa itu.
Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran populer di zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah kematiannya, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya, menurut Dr Cambell, pakar sejarah pengobatan Arab, dimasukkan dalam kurikulum fakultas kedokteran di seluruh belahan Eropa. Dia juga dikenal sebagai fisikawan andal kebanggaan Raja Al-Hakam II dari Spanyol. Setelah malang melintang di dunia kedokteran dengan sejumlah temuan baru, Al Zahrawi berpulang pada tahun 1013. Namanya tercatat dengan tinta emas dalam dunia kedokteran modern hingga kini.

Read More......

ARSIP BLOG

REPORTER INAYAH

Liputan :

Linda Lupita K 8B

Anisatul Lu’aili 8B

Helia Batohir 8A

Profil :

Luluk Fatchiyah

Tri Yuliantika

Ratih Sinta


Suroboyoan :

Ananda Putri – 8A

Tiara Maharani – 8A

Three in One :

Shasti 9G

Nadhatul Fitriyah 7F

Farah Safira 7F

Sastra Budaya :

Ammar Zarand Muhammad 8A

Zahra Hasan 9B

Rahma Cyntia 7F

Budiyo 7E

Islam Kontemporer :

Ainul Inayatullah 8A

Shella Es Shabarina 8A

Opini :

Nur Afifah 7C

Bella Eka 7B

Gaya Pesona :

Annisatul Maula 8E

Laily Abidatillah 8C

IPTEK :

Muhammad Nabil

Ruly Ardyansyah

Psiko Problem :

Rr. Karinka 8F

Nur Aini Putri 8F

Motivasi Belajar :

Alya Sabila 8E

Devi Hidayati 8C

Dari Aku Untuk Kamu :

Madya Rachmayani 9D

Atika Prawita Putri 9D

EDITORIAL INAYAH EDISI 8 2010

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Banyak kejadian akan peristiwa yang telah kita lewati. Beberapa prestasi telah pula kita ukir. Semua itu akan menambah kedewasaan dalam berpikir. Pada edisi ini Inayah tampil dengan tema..... Mengasah Life Skill Yuk.......

Nah, apa sich life skill itu? Bisa kalian baca pada artikel di rubrik Islam Kontemporer. Selanjutnya rubrik opini menampilkan curahan pendapat tentang life skill dari teman-teman pembaca setia Inayah.

Rubrik-rubrik andalan pada edisi ini antara lain,

a. Profil menampilkan sosok yang selama ini begitu fenomenal dan pasti semua pembaca kenal yaitu Bp. H. Katsir Usman. Ada apa dengan beliau ................. .

Ikuti penuturannya pada reporter profil kali ini.

b. Selain profil yang menampilkan Bapak/Ibu Guru, terbitan ini juga menampilkan pembaca setia Inayah, Siapa? Namanya Audi. Siapa dan bagaimana dia ........ Ikuti ceritanya.

c. Ada kegiatan penting yang dilaksanakan oleh segenap keluarga besar SMP Ta’miriyah ke sekolah dan pondok terkenal dan dilanjutkan ke Bromo. Mau tau liputannya? Ikuti di rubrik Liputan.

d. Banyak lagi rubrik-rubrik menarik yang dapat disimak di edisi ini.

Okey, kretifitas berupa gambar, foto, artikel, humor, atau apa saja dapat kalian kirimkan ke Redaksi Majalah Inayah.

Selamat Belajar dan Sukses.


Inayah dapat diakses melalui internet dengan blog :

http://www.majalahinayah.blogspot.com

LIVE TRAFFIC FEED

BERLANGGANAN

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

BLOG SPETA

BACA TULISAN TERKAIT

Copyright 2009 | magazineform Theme by templatemodif | supported by grafisae